counter

antibiotik untuk keputihan

Infeksi yang terjadi pada area kewanitaan dapat menyebabkan terjadinya keputihan yang tidak normal atau abnormal. Antibiotik untuk keputihan umumnya diperlukan bagi para wanita yang mengalami kondisi tersebut. Untuk memahaminya, ada baiknya Anda simak penjelasan mengenai antibiotik untuk keputihan berikut ini.

Area kewanitaan memang sangat rentan sekali pada infeksi mikroorganisme seperti misalnya bakteri, jamur, kuman, virus ataupun parasit. Namun seringkali yang terjadi adalah infeksi bakteri yang menyebabkan terjadinya keputihan abnormal.

Keputihan abnormal yang disebabkan oleh bakteri akan menimbulkan gejala seperti keputihan bertekstur encer atau cair, warnanya keabuan atau putih, dan juga mengeluarkan bau amis. Bukan hanya itu saja, wanita juga bisa mengalami gatal dan nyeri ketika buang air kecil bila mengalami keputihan karena bakteri ini.

Kondisi keputihan yang terjadi karena bakteri jahat yang tidak seimbang di area kewanitaan ini disebut juga dengan vaginosis bakteri yang merupakan permasalahan wanita yang umum terjadi. Umumnya permasalahan ini akan ditangani dengan antibiotik, untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri.
Klik chat

Antibiotik Untuk Keputihan

Memeriksakan kondisi keputihan abnormal yang Anda alami menjadi cara yang tepat agar permasalahan tersebut dapat teratasi. Biasanya dokter akan menguji cairan vagina ke laboratorium untuk mengetahui penyebab dari keputihan abnormal tersebut. Bila penyebabnya adalah infeksi bakteri, maka dokter akan memberikan pengobatan dengan antibiotik.

Antibiotik yang diberikan bisa dalam bentuk obat minum, krim, gel ataupun diberikan secara injeksi atau suntikan. Penggunaan antibiotik jenis krim atau gel cenderung diberikan pada mereka yang alergi terhadap antibiotik minum.

Penggunaan Antibiotik

Menggunakan antibiotik harus lah didahului dengan pemeriksaan medis oleh dokter. Antibiotik yang digunakan pada permasalahan keputihan juga tidak bisa digunakan sembarangan. Antibiotik juga harus dihabiskan atau dikonsumsi sesuai resep dari dokter. Bila digunakan sembarangan ataupun tidak menggunakan antibiotik hingga tuntas, maka akan menimbulkan efek negatif.

antibiotik untuk keputihan

Efek yang bisa ditimbulkan bila penggunaan antibiotik yang tidak benar adalah terjadinya resistensi bakteri, sehingga pengobatan akan lebih sulit, karena bakteri telah resisten pada jenis antibiotik tertentu. Efek lain yang bisa terjadi adalah antibiotik bisa membunuh bakteri baik yang sebenarnya berguna. Hal ini malah akan membuat semakin banyaknya bakteri jahat yang berkembang, karena tidak ada lagi bakteri baik yang dapat menghalang pertumbuhan bakteri jahat.

Selain itu, penggunaan antibiotik tidak sesuai aturan, atau dalam jangka panjang, maka bisa menyebabkan infeksi bakteri kembali kambuh ketika Anda menghentikan pemakaian antibiotik. Hal-hal tersebut bisa dihindari, bila Anda mengikuti petunjuk pemakaian antibiotik sesuai yang disarankan oleh dokter.

Antibiotik umumnya diberikan agar gejala dan juga infeksi yang dialami pasien dapat berkurang. Walaupun begitu, tidak ada salahnya bila Anda melakukan penanganan mandiri yang bisa mendukung pengobatan dari dokter. Penanganan mandiri tersebut meliputi selalu menjaga kebersihan area kewanitaan, tidak menggunakan produk untuk vagina yang mengandung pewangi, dan juga menghindari melakukan hubungan seksual yang beresiko.

Waspadai terjadinya keputihan abnormal tersebut, karena bisa saja keputihan yang Anda alami menjadi indikasi dari kondisi lain seperti infeksi gonorrhea ataupun trikomoniasis, dimana keduanya termasuk dalam infeksi menular seksual. Bila dibiarkan, maka bisa menimbulkan komplikasi berupa penyakit radang panggul, ataupun terjadi kelahiran prematur bila penderita merupakan wanita hamil.

Untuk menghindari kemungkinan yang terjadi, ada baiknya segera konsultasikan permasalahan Anda pada staf Klinik Utama Gracia ataupun memeriksakan diri langsung pada dokter di Klinik Utama Gracia. Penanganan yang dilakukan segera dapat menghindarkan Anda pada kemungkinan terjadinya komplikasi.
Klik chat