counter

menstruasi terlambat

Umumnya wanita akan mengalami siklus menstruasi atau haid sekitar 21 sampai 35 hari. Namun banyak wanita yang mengalami siklus yang lebih cepat atau malah lebih lambat. Menstruasi terlambat sering diartikan sebagai tanda kehamilan, padahal ada penyebab lain yang bisa mendasarinya. Berikut penjelasannya.

1. Obesitas

Berat badan yang berlebih bisa menjadi salah satu penyebab menstruasi terlambat. Hal ini dikarenakan kelebihan berat badan akan mempengaruhi hormonal wanita. Jika Anda mengalami masalah menstruasi yang terlambat karena obesitas, maka sebaiknya lakukan olahraga rutin untuk menyeimbangkan berat badan Anda.

2. Penurunan Berat Badan

Wanita yang mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba dan drastis bisa mengalami menstruasi yang terlambat. Misalnya jika berat Anda kurang dari 10 persen dari idealnya, maka fungsi tubuh cenderung akan terganggu, khususnya yang berkaitan dengan menstruasi.

3. Stres

Ketika stres, hormon dan juga bagian otak yang akan berkontribusi dalam mengatur siklus menstruasi akan terganggu fungsinya. Stres juga bisa membuat seseorang mengalami sakit ataupun penurunan atau kenaikan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba. Hal-hal tersebut cenderung akan mempengaruhi siklus menstruasi yang akan Anda alami.

4. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS cenderung akan mempengaruhi hormon yang mengatur indung telur memproduksi folikel, sehingga meningkat kadarnya. Peningkatan hormon tersebut juga akan meningkatkan produksi folikel namun folikel yang belum matang dan tidak menghasilkan telur. Biasanya wanita yang mengalami PCOS akan mengalami gejala salah satunya adalah menstruasi terlambat atau tidak teratur.
Klik chat

5. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang akan mengatur metabolisme tubuh. namun jika terjadi gangguan, maka menstruasi juga bisa terganggu. Gangguan pada tiroid bisa menimbulkan gejala seperti merasa kelelahan, berat badan yang bertambah, rambut rontok, dan juga merasa kedinginan. Gangguan ini biasanya akan ditangani dengan obat-obatan, dan membuat menstruasi dapat berjalan normal jika sudah diobati.

6. Kadar Hormon Prolaktin Yang Berlebih

Kondisi dimana menstruasi datang terlambat atau bahkan tidak terjadi, sering dialami oleh ibu menyusui. Karena pada ibu menyusui, kadar hormon prolaktin di tubuh menjadi berlebihan, dan menyebabkan gangguan pada proses menstruasi yang seharusnya terjadi.

menstruasi terlambat

7. Penggunaan Alat Kontrasepsi

Dalam alat kontrasepsi seperti pil KB terdapat kandungan hormon estrogen dan progestin yang bisa mencegah indung telur melepas sel telur. Siklus menstruasi bisa normal kembali dalam waktu enam bulan setelah Anda berhenti konsumsi pil KB tersebut. Selain itu, alat kontrasepsi yang disuntik ataupun ditanam, juga bisa membuat menstruasi menjadi terlambat.

8. Menopause Dini

Ketika wanita berusia 45 hingga 55 tahun, biasanya akan terjadi menopause, dimana menstruasi akan berhenti sama sekali. Namun, banyak pula wanita yang mengalami gejala menopause sebelum usia-usia tersebut, atau bisa dikatakan mengalami menopause dini. Ketika hal ini terjadi, maka produksi sel telur akan berkurang bahkan berhenti, dan menstruasi menjadi datang terlambat atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Itulah beberapa penyebab menstruasi terlambat yang bisa saja mendasari kondisi yang Anda alami. Menstruasi yang terlambat kadang dianggap remeh oleh para wanita, padahal bisa menjadi indikasi adanya penyakit tertentu di dalam tubuh. Untuk itu, konsultasikan kondisi Anda tersebut agar diketahui penyebab pasti yang mendasarinya. Sehingga dokter bisa melakukan penanganan dengan segera.

Selain itu, agar menstruasi berjalan lancar dan teratur, sebaiknya terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang kaya gizi, penuhi kebutuhan cairan, dan juga lakukan olahraga secara rutin. Semoga bermanfaat.
Klik chat