counter

ejakulasi dini adalah

Ejakulasi dini adalah kondisi pria yang terlalu cepat mengeluarkan sperma atau terlalu cepat klimaks ketika melakukan hubungan seksual. Para ahli mengatakan bahwa ejakulasi dini adalah disfungsi seksual yang terjadi pada pria, dengan tanda selalu terjadinya ejakulasi atau hampir selalu terjadi sebelum ataupun dalam beberapa saat setelah melakukan penetrasi, dan juga ketidakmampuan pria untuk menunda ejakulasi. Dengan kata lain, ejakulasi dini adalah ejakulasi yang terjadi sebelum ataupun sesaat setelah dilakukan penetrasi seksual.

Para peneliti seks menyatakan bahwa ejakulasi dini terjadi saat pria berejakulasi dalam waktu sekitar dua menit setelah melakukan penetrasi. Sebuah survei yang dilakukan di tahun 1950 menunjukkan bahwa tiga per empat pria berejakulasi dalam dua menit setelah penetrasi pada setengah aktivitas seksual yang mereka lakukan.

Ejakulasi dini ini merupakan masalah yang banyak dialami oleh pria, bahkan sebanyak 30 persen pria pernah mengalaminya. Jika kondisi ini terjadi hanya sesekali saja, itu adalah hal yang wajar. Namun jika Anda selalu mengalami ejakulasi dini, maka bisa menimbulkan permasalahan dalam rumah tangga Anda dengan pasangan.

Ciri-ciri Ejakulasi Dini

Akan sulit mendeteksi ciri-ciri ejakulasi dini dari fisik, namun ada beberapa ciri yang akan dirasakan oleh penderita ejakulasi dini, seperti dorongan seks yang kuat dan ingin segera dipenuhi, mudah ereksi dan juga ejakulasi, ereksi terjadi secara singkat, penis akan loyo setelah ejakulasi, dan mengalami orgasme lebih dulu dari pasangan.

ejakulasi dini adalah

Penyebab Ejakulasi Dini

Penyebab kondisi ini bisa dikarenakan faktor psikologis ataupun karena faktor fisik. Penyebab yang terkait faktor psikologis misalnya stres, cemas bila tidak bisa memuaskan pasangan, trauma ketika kecil, dan sering masturbasi.

Sedangkan dari faktor fisik misalnya ada gangguan tiroid, gangguan prostat, penis terlalu sensitif, gangguan pada refleks di sistem yang mengatur ejakulasi, radang atau infeksi pada uretra atau prostat, gangguan hormon, kerusakan saraf, merokok, konsumsi alkohol, dan juga obat terlarang.

Ejakulasi dini juga bisa menurun. Jadi jika Anda memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami ejakulasi dini, maka Anda bisa berisiko tinggi juga mengalami kondisi tersebut.

Pengobatan Ejakulasi Dini

Untuk penanganan awal Anda bisa melakukan penanganan mandiri di rumah, seperti melakukan relaksasi atau mengalihkan perhatian agar ejakulasi dini bisa teratasi.

Ketika melakukan hubungan seksual, cobalah posisi lain untuk mengatasi ejakulasi dini. Anda juga bisa mengurangi kebiasaan buruk merokok, ataupun konsumsi alkohol untuk mengatasi masalah ejakulasi dini Anda.

Dokter umumnya akan memberikan obat dari golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) yang merupakan obat antidepresan atau pereda depresi, namun bisa sebagai penunda ejakulasi. Penderita ejakulasi dini mengaku mengalami kemajuan setelah penggunaan obat ini selama 7 sampai 14 hari.

Anestesi topikal juga bisa diberikan untuk memberikan efek kebas atau mati rasa di bagian tubuh dan bisa menunda ejakulasi. Biasanya digunakan sebelum melakukan hubungan seksual.

Anda juga bisa melakukan konseling pada tenaga ahli bersama dengan pasangan, untuk menemukan solusi dari permasalahan Anda. Apalagi jika penyebab ejakulasi dini yang Anda alami berasal dari faktor psikologis seperti rasa cemas ataupun stres.

Setelah mengetahui ejakulasi dini adalah apa, beserta dengan ciri dan juga pengobatannya, maka Anda tidak perlu ragu atau malu lagi untuk memeriksakan kondisi dan permasalahan Anda pada dokter. Penanganan pada ejakulasi dini harus segera dilakukan agar tidak berakibat buruk bagi hubungan Anda dengan pasangan.

Anda juga bisa berkonsultasi online terkait dengan permasalahan ejakulasi dini Anda melalui layanan chatting di bawah ini.
Klik chat