counter


fungsi epididimis

Fungsi epididimis adalah menyimpan sperma untuk sementara (minimal selama tiga minggu). Disaluran ini cairan sperma diabsorpsi sehingga menjadi berwarna agak pekat, sehingga sperma masak dan bergerak menuju vas deferens, epididimis merupakan suatu struktur berbentuk huruf C yang menahan batas posterolateral testis.

Epididimis sendiri dibentuk oleh saluran yang berlekuk secara tidak teratur yang disebut duktus epididimis. Duktus epididimis sendiri sekitar 600 cm. duktus berawan dari puncak testis dan berakhir sebagai ekor epididimis dan kemudian menajadi vas deferen. Vas deferen merupakan lanjutan dari duktus epididimis. Vas deferen merupakan saluran yang panjang dan lurus menghadap ke atas yang berujung pada kelenjar prostat.


Fungsi-Fungsi Epididimis

fungsi epididimis

Fungsi epididimis adalah mengangkut spermatozoa, sperma ketika memasuki epididimis tidak memiliki kemampuan dalam bergerak, tapi ketika masuk ke dalam epididimis, sperma dapat diangkut dan bergerak menjalankan fungsinya. Walaupun pergerakannya belum sempurna. Ada Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap gerakan spermatozoa melalui epididimis. Salah satunya yaitu tekanan dari produksi spermatozoa.

fungsi epididimis

Fungsi epididimis berikutnya adalah sebagai media penyimpanan spermatozoa, kebanyakan spermatozoa disimpan di dalam cauda epididimis (ekor epididimis), dimana sperma dikemas ke dalam epididimis lumen.

Kondisi di dalam cauda harus optimal, kondisinya seperti, ph rendah, viskositas tinggi, konsentrasi karbondioksida tinggi, rasio kalium-nutrium tinggi, pengaruh tertosteron, dan kemungkinan kombinasi beberapa faktor lainnya berkontribusi untuk tingkat metabolisme rendah dan memperpanjang daya tahan hidup.

fungsi epididimis

Funsi epididimis yang terakhir adalah sebagai media pematangan spermatozoa, Ketika spermatozoa yang sedang mengalami pematangan meninggalkan testis, mereka masih bersifat non-motil dan belum mampu melakukan fertilisasi sel telur secara in vivo.

Spermatozoa baru akan mengalami pematangan yang sempurna ketika mereka mengalami perjalanan di dalam epididimis. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses pematangan spermatozoa disebabkan oleh adanya perubahan konsentrasi ion luminal dan protein-protein yang disekresikan ke dalam lumen oleh epithelium epididimis.

Pematangan spermatozoa manusia meliputi peningkatan motilitas progresif, perubahan pola gerakan misalnya gerakan sirkular pada spermatozoa tikus atau gerakan dengan getaran pada spermatozoa manusia menjadi gerakan ke depan yang cepat.

Flagel spermatozoa menjadi kaku dan daerah leher kurang fleksibel sehingga memungkinkan gerakan spermatozoa menjadi lebih kaku. Selain itu, terjadi pula transit bagian droplet sitoplasmik dari dasar kepala spermatozoa menuju bagian akhir dari midpiece flagellum.


Selama spermatozoa berhenti di dalam epididimis, spermatozoa akan mengalami perubahan ukuran, ketajaman dan struktu internal akrosom. Selain itu membrane spermatozoa mengalami remodeling yang konstan dengan perubahan sejumlah molekul.

Sampai saat ini diketahui beberapa faktor yang terlibat di dalam fungsi spermatozoa-sel telur diproduksi di dalam epididimis bagian proksimal, sedangkan protein-protein yang terlibat di dalam ikatan spermatozoa-sel telur diproduksi dibagian distal epididimis.

Artikel Terkait: Epididimitis

Nikmati layanan konsultasi medis online kami, anda dapat konsultasi mengenai kesehatan seperti andrology, ginekologi dan penyakit kelamin, pertanyaan-pertanyaan anda akan di jawab langsung oleh konsultan-konsultan kami secara langsung.

Klik chat

Save

Save