counter

herpes di bibirHerpes di bibir juga disebut herpes labialis atau herpes oral, herpes jenis ini menginfeksi bukan hanya bagian bibir saja  kadang menyebar ke dalam rongga mulut hingga tenggorokan. Penderita akan merasakan sakit pada bagian yang terinfeksi dan menyebabkan luka lepuh dan penderita akan merasa demam. Herpes di bibir disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1).

Setelah infeksi pertama, virus HSV-1 akan bersembunyi di dalam jaringan saraf di wajah, terkadang virus akan muncul kembali dan menyebabkan luka pada bagian tertentu pada wajah. Virus herpes tipe 2 (HSV-2) paling sering menyebabkan herpes genital. Namun kadang-kadang HSV-2 juga menyerang bagian bibir, penyebabnya adalah hubungan seksual dengan cara melakukan oral sex terhadap pasangan yang terinfeksi herpes.

Penyebab Herpes di Bibir

Anda akan tertular herpes di bibir dengan mudah jika anda melakukan hal-hal seperti ini:

  • Kontak fisik, dengan cara melakukan oral sex terhadap orang yang telah terjangkit herpes.
  • Menyentuh luka herpes.
  • Kontak langsung dengan barang-barang orang yang terinfeksi herpes seperti, handuk.

Gejala Herpes di Bibir

Sebelum terkena herpes akan ada gejala awal yaitu berupa munculnya sariawan, ini terjadi setelah kontak dengan virus HSV-1. Gejala munculnya sariawan yang paling sering terjadi pada anak-anak antara 1-5 tahun.

Gejala akan terasa berat ketika kontak fisik dengan seseorang yang mempunyai herpes setelah 1-3 minggu. Gejalanya meliputi:

herpes di bibir

  • Gatal pada bagian bibir, atau kulit disekitar mulut.
  • Rasa terbakar di bagian bibir atau daerah mulut.
  • Kesemutan pada bagian bibir atau daerah mulut.

Sebelum melepuh akan muncul gejala seperti ini:

  • Sakit tenggorokan.
  • Demam.
  • Pembengkakan kelenjar.
  • Nyeri saat menelan makanan.

Virus ini akan membentuk lepuhan pada bagian gusi, bibir, mulut, dan tenggorokan. Lepuh ini biasanya disebut wabah, jika anda terinfeksi maka akan terlihat lepuhan seperti berikut:

  • Lepuh merah yang pecah.
  • Lepuhannya kecil berisi cairan kekuningan.
  • Beberapa lepuhan kecil akan tubuh membesar secara bersamaan.
  • Lepuhan berwarna kuning akan berkerak seperti akan sembuh, yang akhirnya berubah menjadi kulit merah muda.

Hal-hal yang memicu tumbuhnya gejala, yaitu:

  • Menstruasi atau perubahan hormone.
  • Sering terkena sinar matahari.
  • Demam.

Jika gejala kembali, biasanya lebih ringan dari pada saat pertama kalinya terinfeksi virus herpes.

Pencegahan

Beberapa tips pencegahan herpes di bibir:

herpes di bibir

  • Oleskan tabir surya atau lip balm yang mengandung zinc oxide untuk bibir sebelum anda pergi ke luar.
  • Oleskan balm pelembab untuk mencegah bibir menjadi kering.
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang mempunyai luka herpes.
  • Cuci barang-barang seperti handuk dan linen di air panas.
  • Tidak melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang mempunyai herpes.
  • Tidak melakukan oral sex pada pasangan yang sudah terinfeksi herpes genital.

Demikanlah artikel dari kami, jika anda mempunyai keluhan mengenai herpes genitalis anda dapat datang ke Klinik Utama Gracia, di klinik kami terdapat dokter yang handal dan berpengalaman serta di dukung peralatan medis yang canggih dan modern, atau anda dapat menikmati fasilitas layanan konsultasi medis online kami dengan klik tombol di bawah ini.

Klik chat