counter

Impotensi adalah

Impotensi adalah Ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup lama untuk melakukan hubungan seksual. impotensi bisa disebut juga disfungsi ereksi. dalam keadaan normal, ketika seorang pria terangsang secara seksual, otaknya mengirimkan pesan ke sumsum tulang belakan dan ke saraf penis.

ujung saraf di penis melepaskan zat kimia yang disebut neurotransmitter. Ketika mereka berkembang, corpora caveernosa menutup pembulu darah lainnya yang biasanya mengalirkan darah dari penis. sebagian dari penis menjadi penuh dengan darah, itu membesar dan menegang yang menyenbabkan ereksi. Masalah dengan pembulu darah ,saraf, atau jaringan dari penis dapa mengganggu ereksi.

Penyebab Impotensi Adalah Psikis dan Fisik

impotensi adalahPenyebab impotensi berbeda-beda diantaranya faktor psikis dan fisik. Tentunya pasti sulit untuk kaum pria untuk mengakui masalah impoten mereka dan mencari pengobatan.

Penyebab impotensi yang besifat fisik umumnya banyak ditemukan pada pria lanjut usia, sedangkan masalah psikis lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda.

Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut.

Pada pria di atas usia 60, penyebab utama adalah aterosklerosis, atau penyempitan pembuluh darah, yang dapat membatasi aliran darah ke penis. Cedera atau penyakit jaringan ikat, seperti penyakit Peyronie, dapat mencegah kavernosum untuk berkembang.

Kerusakan saraf penis, dari jenis tertentu dari operasi atau neurologis kondisi, seperti penyakit Parkinson atau multiple sclerosis, juga dapat menyebabkan impotensi. Pria dengan diabetes sangat beresiko terkena impotensi.

Klik chat

Kerusakan saraf yang menuju dan meninggalkan penis juga bisa menyebabkan impotensi. Kerusakan saraf ini bisa terjadi akibat:

  • Cedera Diabetes melitus
  • Sklerosis multiple
  • Stroke
  • Obat-obatan
  • Alkohol
  • Penyakit tulang belakang bagian bawah
  • Pembedahan rektumatau prostat.

Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan (terutama pada pria usia lanjut yang banyak mengonsumsi obat-obatan).

Obat-obat yang bisa menyebabkan impotensi adalah:

impotensi adalah

  • Anti-hipertensi
  • Anti-psikosa
  • Anti-depresi
  • Obat penenang
  • Simetidin
  • Litium

 

Kadang penyebab impotensi terjadi akibat rendahnya kadar hormon testosteron. Tetapi penurunan kadar hormon pria (yang cenderung terjadi akibat proses penuaan), biasanya lebih sering menyebabkan penurunan gairah seksual (libido).

Beberapa Penyebab impotensi berdasarkan psikis :

  • Depresi
  • Kecemasan
  • Perasaan bersalah
  • Perasaan takut akan keintiman
  • Kebimbangan tentang jenis kelamin.

Gejala: Penderita tidak mampu memulai dan mempertahankan ereksi.

impotensi adalah

Faktor yang menyebabkan kenapa banyak kasus disfungsi ereksi tidak terdeteksi adalah karena adanya beberapa persepsi yang salah dari kaum pria mengenai impotensi itu sendiri, seperti :

  • Disfungsi ereksi terjadi karena masalah psikologis saja.
  • Dengan bertambahnya usia, maka wajar saja bila mengalami disfungsi ereksi.
  • impotensi adalah masalah pribadi, jadi sebaiknya jangan diceritakan ke orang luar termasuk dokter.
  • Hal-hal yang menyangkut masalah seksual masih dianggap tabu untuk dibicarakan.
  • Adanya penghalang dari segi psikologis yaitu rasa malu untuk mencari pertolongan.
  • Adanya penghalang dari segi sosial-budaya yaitu lebih mempercayai bentuk pengobatan mistis untuk menangani masalah impotensi.

Diagnosa Penyebab Impotensi

  • Evaluasi dimulai dengan sejarah medis dan pemeriksaan fisik. Riwayat medis dan seksual penting untuk diagnosis. Sejarah seksual harus mencakup timbulnya gejala, kemampuan untuk mencapai ereksi spontan (yaitu, ereksi pagi), dan faktor risiko terkena impotensi .
  • Tes darah mungkin diperlukan, termasuk tingkat kolesterol, tes tiroid, dan tingkat testosteron.
  • Dalam beberapa kasus, pengujian semalam (pengujian pembesaran nokturnal penis) dapat digunakan untuk mengukur jumlah dan kekuatan ereksi selama tidur.
  • Selain itu, USG atau tes lain terhadap arteri penis mungkin disarankan.

Untuk mengetahui lebih lengkap sebaiknya langsung konsultasi ke dokter masalah pengobatan, atau bisa datang langsung ke Klinik Utama Gracia, di klinik kami ada dokter yang profesional dan didukung dengan alat-alat yang modern dan canggih, bisa juga hubungi konsultan online kami dengan klik tombol dibawah ini.

Klik chat

Save

Save

Save