counter

gejala kista endometriosis

Pernah mendengar tentang kista endometriosis atau kista coklat? Kista endometriosis adalah kondisi dimana jaringan endometrium atau lapisan pada rahim yang tumbuh di luar rahim, atau tidak berada di tempat yang seharusnya. Biasanya tempat lain yang bisa menjadi tempat tumbuhnya jaringan ini adalah di ovarium, tuba fallopi, dan juga bagian lain di panggul wanita. Lalu apa sajakah gejala kista endometriosis pada wanita?

Sebelumnya harus diketahui bahwa penyakit kista endometriosis ini bisa dialami oleh wanita usia 24 sampai 35 tahun. Ketika terjadi kista endometriosis, jaringan endometrium yang tumbuh di tempat yang tidak seharusnya tersebut tetap akan menebal dan meluruh seperti jaringan normal dalam rahim dan menjadi darah menstruasi. Namun jaringan abnormal tersebut akan terperangkap dan menyebabkan munculnya nyeri di area panggul dan rongga perut. Seiring berjalannya waktu, kondisi seperti ini akan membuat terbentuknya kista yang berisi gumpalan darah warna merah kecoklatan.

Penyebab dari tumbuhnya jaringan abnormal ini belum diketahui dengan pasti, namun faktor resiko yang mungkin bisa memicu penyakit ini yaitu hormon estrogen yang tinggi, keturunan, sistem kekebalan tubuh, lingkungan, dan juga faktor dari adaptasi sel pada lingkungan organnya.

Gejala Kista Endometriosis

1. Menstruasi Yang Tidak Normal

Gejala kista endometriosis yang dialami oleh wanita biasanya yaitu menstruasi yang tidak normal. Menstruasi tidak normal ini bisa berupa menstruasi yang durasinya lebih lama, ataupun siklus menstruasi yang menjadi tidak teratur. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan di proses pembentukan hormon di indung telur. Kista endometriosis juga bisa membuat darah menstruasi kembali masuk ke saluran indung telur bersama dengan jaringan endometrium, kemudian menempel di luar rahim. Selain itu, jika Anda mengalami darah menstruasi yang keluar lebih banyak dari biasanya, maka bisa jadi itu adalah salah satu gejala kista endometriosis. Hal ini disebabkan oleh permukaan endometrium yang meluas dan terjadi gangguan pada kontraksi rahim yang berkurang dan menyebabkan dinding rahim menebal.

kista endometriosis

2. Nyeri Perut

Gejala lainnya yaitu terasanya nyeri di bagian perut terutama bagian bawah. Kista yang membesar bisa membuat terjadinya benjolan. Dan nyeri di perut dikarenakan tangkai kista yang terpelintir, ataupun bisa juga terjadi pada jenis kista lain yang tidak bertangkai. Nyeri yang dirasakan di perut kadang membuat mual pada penderitanya. Nyeri di perut ini umumnya terjadi dan terasa parah ketika sebelum dan selama terjadinya menstruasi, ada pula wanita yang merasakan nyeri perut ini sepanjang waktu.

3. Gejala Lain

Adapula gejala lain yang bisa timbul karena penyakit kista endometriosis ini yaitu wanita menjadi tidak subur, nyeri setelah melakukan seks, perut kembung, tidak nyaman ketika buang air besar, dan juga terasa nyeri di punggung bawah apalagi ketika menstruasi.

Gejala-gejala ini umumnya beragam tergantung pada dimana lokasi tumbuhnya jaringan abnormal tersebut, misalnya ovarium, usus, kandung kemih, vagina, paru-paru ataupun tempat lainnya. Hal ini lah yang membuat dibutuhkannya pemeriksaan dan konsultasi langsung dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.

Umumnya kista endometriosis ditangani dengan terapi dan juga obat-obatan, namun jika ukuran kista sudah membesar, dan tidak sembuh dengan terapi, maka dokter akan menyarankan melakukan pengangkatan kista lewat operasi, seperti operasi konvensional, laparoskopi, dan juga operasi pengangkatan rahim.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait dengan kista endometriosis atau permasalahan ginekologi lainnya, Anda bisa berkonsultasi online melalui layanan chatting Klinik Utama Gracia secara gratis di bawah ini. Semoga artikel di atas bermanfaat.
Klik chat