counter

keputihan adalah

Keputihan adalah sekresi yang berasal dari vagina wanita. Sebenarnya keputihan sendiri tidak berwarna putih seperti namanya. Keputihan atau yang bernama lain fluor albus ini memiliki dua jenis yaitu keputihan fisiologis dan juga keputihan patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi, sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang cenderung abnormal.

Kedua keputihan ini umumnya memiliki gejala yang berbeda. Anda harus mengetahui apa saja gejala yang akan terjadi bila keputihan fisiologi ataupun keputihan patologis dialami oleh wanita. Hal ini penting agar Anda dapat membedakan keputihan yang Anda alami.

Gejala Keputihan

Keputihan fisiologis atau keputihan normal biasanya terjadi karena berkaitan dengan sistem hormonal. Hal ini menyebabkan jumlah sekret atau cairan vagina yang dihasilkan akan tergantung pada produksi hormon tersebut. Gejala yang akan terjadi pada keputihan adalah berwarna bening, tidak lengket, tidak kental, tidak berbau, dan tidak disertai gatal.

Keputihan jenis ini biasanya akan muncul ketika sebelum atau sesudah menstruasi, masa subur, stres, kelelahan, saat hamil, dan juga menopause.

Klik chat

Keputihan patologis atau keputihan abnormal terjadi karena adanya gangguan-gangguan tertentu pada area kewanitaan, misalnya infeksi jamur, kuman, bakteri, ataupun parasit. Selain itu adapula beberapa penyakit yang juga menyebabkan wanita mengalami keputihan abnormal ini.

Keputihan ini akan memiliki gejala yaitu cairan tidak berwarna bening, bisa putih pekat, putih kehijauan, putih kekuningan ataupun putih keabuan, cairan yang keluar bisa kental ataupun tidak, cairan terasa lengket, terkadang berbuih atau berbusa, berbau tidak sedap bahkan menyengat, dan menyebabkan terjadinya gatal dan iritasi pada area kewanitaan.

Penyebab Keputihan Abnormal

1. Infeksi Jamur

Jenis jamur yang dapat menyebabkan kondisi keputihan adalah jamur Candida albicans. Keputihan karena jamur ini akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih susu, kental, berbau tidak sedap, disertai gatal dan juga menyebabkan iritasi di vagina sehingga terlihat kemerahan.

2. Infeksi Bakteri

Kondisi ini juga disebut sebagai vaginosis bakteri. Hal tersebut akan menyebabkan keputihan berwarna keabuan, tidak terlalu kental, berbuih, berbau amis, dan disertai gatal pada vagina.

keputihan adalah

3. Infeksi Parasit

Parasit yang umumnya menyerang vagina adalah parasit Trichomonas vaginalis yang bisa ditularkan melalui hubungan seksual, dan termasuk dalam penyakit menular seksual. Kondisi ini akan menyebabkan keputihan berwarna kehijauan atau kekuningan, berbuih, berbau amis, tidak disertai gatal, namun menyebabkan vagina terasa sakit ketika disentuh.

4. Infeksi Virus

Virus penyebab HIV, herpes, ataupun kutil kelamin dapat membuat terjadinya keputihan abnormal. Untuk memastikan penyebabnya, Anda harus memperhatikan gejala penyerta dari keputihan tersebut. Bila disebabkan oleh herpes, maka Anda akan mendapati munculnya luka melepuh pada area kelamin. Keputihan karena kutil kelamin akan disertai tumbuhnya kutil pada bagian luar ataupun dalam kelamin.

Pengobatan Keputihan

Bila yang terjadi adalah keputihan fisiologis atau normal, maka Anda tidak perlu khawatir karena hal ini adalah suatu hal yang wajar terjadi, dan tidak terjadi setiap saat. Namun bila Anda mengalami keputihan abnormal, maka pengobatan akan diberikan sesuai dengan penyebab keputihan.

Keputihan yang disebabkan oleh bakteri akan diobati menggunakan antibiotik. Keputihan karena jamur akan diobati dengan anti-jamur. Keputihan karena virus akan diobati dengan anti-virus. Untuk itulah, sebelumnya dokter akan melakukan pemeriksaan terkait penyebab keputihan yang Anda alami untuk memastikan penanganan yang tepat.

Periksakan kondisi Anda pada Klinik Utama Gracia agar permasalahan keputihan abnormal Anda dapat segera teratasi.
Klik chat