counter

proses menstruasi pada wanita

Proses menstruasi pada wanita atau yang biasa disebut dengan siklus menstruasi memang sangat berpengaruh pada kondisi wanita. Ketika berada dalam masa ini, wanita umumnya akan mengalami perubahan-perubahan tertentu seperti kram di perut, nyeri punggung bagian bawah, perubahan suasana hati, dan juga yang lainnya. Selain itu proses menstruasi wanita ini ternyata juga berpengaruh pada otak.

Proses menstruasi wanita umumnya berjalan selama 21 sampai 35 hari. Lamanya siklus ini berbeda-beda setiap wanita, dan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti genetik, pola hidup, dan juga kondisi kesehatan. Selama proses tersebut, tubuh Akan mengalami perubahan yang dilakukan untuk menyiapkan kehamilan. Jika kehamilan tidak terjadi, maka akan terjadi menstruasi yang berlangsung 3 sampai 7 hari.

Fase yang terjadi selama siklus dibagi menjadi tiga. Fase pertama merupakan fase folikuler atau praovulasi. Fase ini adalah fase sebelum sel telur matang dan dibuahi, dan dimulai sejak hari pertama Anda menstruasi sampai hari ke-13. Setelah itu terjadi fase ovulasi atau masa subur. Fase kedua ini terjadi 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Kemudian ada fase luteal, yang berlangsung selama 13 sampai 16 hari sejak fase ovulasi sampai mulai menstruasi kembali.

Hormon yang sangat berpengaruh pada proses menstruasi pada wanita ini adalah hormon estrogen yang paling banyak diproduksi di ovarium. Kadar estrogen akan meningkat ketika akhir fase praovulasi dan juga awal fase ovulasi. Fungsi dari hormon ini yaitu untuk mengatur fungsi reproduksi dan juga seksual. Estrogen juga bisa mempengaruhi organ lain seperti otak, kulit, kerangka dan otot.

proses menstruasi

Kaitan Proses Menstruasi Wanita Dengan Perkembangan Otak

Baru-baru ini peneliti menemukan keterkaitan proses menstruasi pada wanita dengan perkembangan otak, seperti dalam studi yang diterbitkan Nature Scientific Reports. Dalam studi tersebut, peneliti mengamati kadar estrogen dan juga aktivitas otak pada 30 wanita yang menjadi peserta penelitian selama dua bulan atau dua kali siklus haidnya.

Peneliti menemukan bahwa ketika kadar estrogen memuncak di akhir fase praovulasi dan awal fase ovulasi, volume otak hipokampus ikut bertambah. Bagian otak ini bertugas menyimpan memori, mengelola emosi, dan juga mengatur suasana hati seseorang. Hal inilah yang akan mempengaruhi pola perilaku seorang wanita.

Pada Journal of Neuroscience, peneliti mengatakan bahwa tingginya estrogen ketika fase praovulasi bisa membantu wanita untuk berpikir jernih, lebih bijak mengambil keputusan, dan juga mengendalikan suasana hatinya. Hal inilah yang membuktikan bahwa otak yang dimiliki wanita mengikuti siklus menstruasi. Setiap melewati fase praovulasi, dan juga di awal fase ovulasi, otak wanita akan tumbuh sesuai kadar estrogen di tubuhnya.

Penelitian lainnya dilakukan oleh Northwestern University Department of Neurobiology and Physiology, yang membuktikan bahwa koneksi saraf di otak akan meningkat di masa yang kadar estrogennya tinggi. Peningkatan ini dikatakan terjadi sebesar 25 persen. Sehingga, semakin banyak saraf yang terhubung, maka semakin tinggi juga komunikasi dan koordinasi di otak. Hal ini membuat bertambahnya daya ingat dan juga kemampuan seorang wanita untuk menerima dan memproses informasi. Hal ini berarti setiap proses menstruasi pada wanita yang terjadi setiap bulannya, akan membuat otak menciptakan koneksi baru antar saraf yang baik untuk perkembangan otak milik wanita.

Itulah hubungan perkembangan otak dengan proses menstruasi wanita yang dialami setiap bulannya. Ketika proses menstruasi pada wanita ini memang sering dirasakan hal-hal yang tidak nyaman, namun ternyata ada juga manfaat untuk perkembangan otak wanita.
Klik chat