counter

proses terjadinya menstruasi

Proses terjadinya menstruasi bermula dari dinding rahim yang meluruh dan terjadi lah pendarahan. Pendarahan atau yang biasa disebut dengan menstruasi atau haid ini terjadi setiap bulan, dengan siklus yang terjadi antara 25 hingga 35 hari. Menstruasi sendiri akan terjadi ketika seorang remaja perempuan memasuki usia 10 sampai 13 tahun, dan akan benar-benar berhenti ketika menopause di usia sekitar 45 tahun.

Ada beberapa hormon yang akan mempengaruhi proses terjadinya menstruasi, yaitu hormon LH (Luteinizing hormone) yang akan merangsang ovarium untuk menghasilkan sel telur dan juga merangsang ovulasi, hormon FSH (Follicle stimulating hormone) yang diproduksi di kelenjar pituitari yang berguna untuk membantu sel telur untuk matang dan siap dilepaskan oleh ovarium, hormon GnRh (Gonadotrophin releasing hormone) yang diproduksi otak untuk memberi rangsangan pada tubuh untuk menghasilkan hormon LH dan FSH, hormon estrogen yang berperan ketika ovulasi dan membentuk lapisan rahim kembali setelah menstruasi selesai, dan juga hormon progesteron yang bekerja sama dengan estrogen untuk menjaga siklus reproduksi dan kehamilan, dan berperan pada penebalan dinding rahim.

Proses Terjadinya Menstruasi

1. Fase Menstruasi

Siklus menstruasi umumnya terjadi selama 3 sampai 7 hari. Ketika masa ini maka lapisan dinding rahim akan meluruh dan keluar menjadi darah menstruasi. Nyeri atau kram yang terjadi di hari-hari pertama menstruasi terjadi karena otot-otot rahim yang berkontraksi untuk mendorong dan juga mengeluarkan luruhan lapisan dinding rahim.

Luruhnya lapisan dinding rahim ini terjadi karena kadar estrogen dan juga progesteron yang menurun. Ketika kedua hormon ini menurun, maka hormon FSH akan meningkat, dan memancing folikel untuk berkembang di ovarium. Namun hanya satu folikel yang akan terus berkembang dan akan memproduksi estrogen. Di awal menstruasi, estrogen umumnya akan sangat rendah, namun seiring berkembangnya folikel, maka hormon estrogen akan meningkat sedikit demi sedikit.

proses terjadinya menstruasi

2. Fase Pra Ovulasi dan Ovulasi

Lapisan dinding rahim yang sempat meluruh akan mulai kembali menebal sedikit ketika memasuki fase pra ovulasi. Lapisan dinding rahim yang tipis tersebut dapat memudahkan sperma untuk masuk dengan mudah dan bertahan selama 3 sampai 5 hari. Penebalan dinding rahim akan terjadi dan dipicu oleh hormon estrogen yang mulai meningkat.

Masa ovulasi yang dialami wanita tergantung pada siklus menstruasi yang dialaminya. Namun biasanya masa subur wanita akan terjadi 3 sampai 7 hari setelah wanita berhenti menstruasi.

3. Fase Pra Menstruasi

Pada fase ini lapisan dinding rahim semakin menebal. Hal ini terjadi karena folikel sudah pecah, mengeluarkan sel telur dan akhirnya membentuk korpus luteum. Korpus luteum akan menghasilkan hormon progesteron yang membuat lapisan dinding rahim akan semakin menebal.

Jika tidak terjadi pembuahan pada sel telur, maka wanita akan mulai mengalami gejala pra menstruasi (PMS). Gejala PMS yang mungkin terjadi seperti perubahan emosi, nyeri di payudara, pusing, mudah lelah, dan juga merasa kembung. Pada saat ini, korpus luteum akan berhenti memproduksi hormon progesteron. Ketika kadar hormon ini menurun karena tidak adanya pembuahan, maka lapisan dinding rahim akan meluruh kembali menjadi darah menstruasi.

Proses terjadinya menstruasi di atas adalah hal-hal yang akan dilalui oleh para wanita pada umumnya. Hal tersebut penting diketahui oleh para wanita guna memahami proses menstruasi yang akan dialaminya setiap bulan. Jika Anda mempunyai pertanyaan terkait dengan menstruasi, Anda bisa berkonsultasi langsung melalui layanan chatting online Klinik Utama Gracia di bawah ini. Semoga bermanfaat.
Klik chat