counter

pengertian penyakit menular seksualKebanyakan Penyakit menular seksual mempengaruhi laki-laki dan perempuan, Jika wanita hamil yang menderita Penyakit menular seksual maka akan berdampak sangat buruk bagi calon bayi. Penyakit menular seksual lebih mudah ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang mempunyai riwayat penyakit menular seksual. Pada artikel kami kali ini akan membahas mengenai Pengertian penyakit menular seksual.

Pengertian Penyakit Menular Seksual

Pengertian penyakit menular seksual atau sering disingkat PMS adalah infeksi yang ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak seksual. Beberapa penyakit juga dapat ditularkan melalui penggunaan jarum suntik yang digunakan oleh orang yang menggunakan narkoba, dan juga dapat ditularkan melalui ibu yang menderita PMS kepada calon bayi. Penyebab PMS adalah bakteri, parasit, jamur dan virus.

Ada lebih dari 20 jenis PMS, termasuk diantaranya adalah:

  • Klamidia
  • Gonore
  • HIV/AIDS
  • Human Papillomavirus (HPV)
  • Sipilis
  • Tricomoniasis
  • Pelvic inflammatory disease (PID)

Penjelasan Penyakit Menular Seksual

pengertian penyakit menular seksual

Berikut akan kami jelaskan mengenai PMS atau infeksi menular seksual (IMS) yang pada umumnya sangat sering terkena pada pria dan wanita.

Klamidia

Klamidia adalah PMS yang disebabkan oleh Chlamydia Trachomatis (C. Trachomatis), Bakteri uang menginfeksi manusia secara eksklusif. Klamidia adalah penyakit infeksi yang paling umum dari penyakit kelamin. Menurut CDC (centers for disease control and prevetion), 6,8% dari gadis yang berusia 14 sampai 19 tahun dapat terinfeksi klamidia. Wanita yang terinfeksi klamidia tidak memiliki gejala, jika ada, gejalanya berupa:

Jika klamidia tidak diobati maka akan menyebabkan tanda-tanda dan gejala seperti berikut:

  • Nyeri panggul.
  • Hubungan seksual yang menyakitkan.
  • Pendarahan terjadi diantara periode menstruasi.

Gonore

pengertian penyakit menular seksual

Gonore juga dikenal sebagai kencing nanah, infeksi bakteri menular seksual ini biasanya menyerang selaput lendir. Penyakit ini disebabkan oleh proliferasi neisseria gonorrhoeae, penyakit ini dapat bertahan hidup di vagina, penis, mulut, rektum, atau mata.

Penyakit ini ditularkan dalam berbagai bentuk kontak seksual. Begitu seseorang terinfeksi, maka akan terjadi resiko penyebaran bakteri ke bagian lain dari tubuh mereka, bagian tubuh yang beresiko terkena adalah mata.

Tanda dan gejala gonore dapat muncul 2-10 hari setelah infeksi awal, dalam beberapa kasus mungkin diperlukan hingga 30 hari jarak gejala yang akan timbul. Berikut gejala yang mungkin akan timbul:

Pada Pria

  • Rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Testis akan terasa nyeri.
  • Akan keluar cairan berwarna hijau, kuning atau putih dari ujung penis.

Pada Wanita

  • Akan muncul bercak setelah berhubungan seksual.
  • Pembengkakan pada bagian vulva.
  • Pendarahan tidak teratur (diantara periode haid).
  • Mata akan terlihat merah (konjungtivitis).
  • Nyeri di daerah panggul.
  • Akan merasakan terbakar saat buang air kecil.

Klik chat

HIV/AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah nama virus yang menyebabkan AIDS (Acquires Immune Deficiency Sybdrome atau Acquired Immunodeficiency Syndrome). HIV mengendap di cairan tubuh manusia yang terinfeksi, seperti cairan mani, darah, ASI dan cairan vagina.

HIV ditularkan melalui darah, yang mungkin bisa terjadi selama hubungan seksual, transfusi darah, menyusui, melahirkan, dan menggunakan jarum yang telah dipakai orang yang mengidap AIDS.

HPV (Human Papillomavirus)

Human papillomavirus merupakan nama sekelompok virus yang mempengaruhi kulit, serta membran lembab yang melapisi tubuh, seperti tenggorokan, leher rahim, anus dan mulut.  Ada lebih dari 100 jenis HPV, dimana sekitar 40 jenis dapat mempengaruhi daerah genital laki-laki dan perempuan.

Jenis ini juga dapat menginfeksi mulut dan tenggorokan. Seseorang yang terkena HPV di sebut sebagai HPV genital, nama penyakitnya adalah kutil kelamin.

Infeksi HPV dapat Menyebabkan pertumbuhan abnormal dan perubahan sel di dalam leher rahim secara signifikan, yang dapat meningkatkan resiko terkena kanker serviks. HPV sering ditularkan melalui hubungan seks vagina dan anal. Namun, seks oral dan seks tanpa penetrasi juga dapat menjadi faktor tertularnya HPV.

Sipilis

Sipilis disebabkan oleh bakteri treponema pallidum, hal ini ditularkan melalui kontak seksual. Ibu yang terkena sipilis juga dapat menularkan sipilis pada bayi selama kehamilan, yang dapat menyebabkan cacat lahir dan bahkan menyebabkan kebutaan.

Akan ada masa inkubasi 9-90 hari setelah infeksi awal biasanya terjadi selama 21 hari, sebelum tanda-tanda awal dan gejala penyakit muncul. Setiap tahap sipilis memiliki tanda dan gejala, tetapi pada beberapa orang terkadang tidak memiliki tanda dan gejala.

Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah PMS yang umumnya dapat mempengaruhi pada pria dan wanita, namun wanita lebih mungkin terinfeksi. Infeksi ini disebabkan oleh parasit protozoa bersel tunggal, trichomonas vaginalis.

Bagi wanita tempat yang sering terinfeksi adalah vagina sedangkan untuk pria adalah saluran kemih (uretra). Transmisi dapat terjadi baik melalui hubungan seksual langsung atau hubungan seksual tanpa penetrasi seperti oral seks dan bersentuhannya penis dengan vagina.

Tanda dan gejala trikomoniasis meliputi:

  • Vagina yang menimbulkan bau.
  • Keputihan.
  • Rasa sakit dan ketidaknyamanan selama berhubungan seksual.
  • Nyeri saat buang air kecil.

Seorang wanita yang terkena trikomoniasis lebih mungkin terinfeksi HIV.

PID (Pelvic Inflammatory Disease)

PID adalah istilah dari peradangan dari tabung rahim, ovarium, atau tuba. Penyakit ini akhirnya dapat menyebabkan pembentukan parut dan merek berserat yang membentuk antara jaringan organ.

Dalam kebanyakan kasus, PID disebabkan oleh infeksi vagina atau leher rahim, yang kemudian menyebar pada organ lainnya. PID disebabkan oleh bakteri, jamur, atau parasit.

PID harus segera diobati karena dapat menyebabkan sakit kronis pesisten panggul, kelahiran ektopik, dan infertilitas. Perempuan dengan PID tidak memiliki tanda dan gejala.

Beberapa wanita mengetahui terkena PID ketika wanita tersebut mengeluhkan masalah infertilitas. PID disebabkan oleh Chlamydia dan biasanya tidak memiliki gejala, jika terdapat gejala, mungkin ini termasuk:

  • Merasakan nyeri pada bagian bawah perut.
  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Oligomenore (menstruasi yang tidak teratur).
  • Nyeri pada bagian punggung bawah.
  • Nyeri selama hubungan seksual.
  • Nyeri pada bagian dubur.
  • Keputihan abnormal.
  • Mual dan Muntah.

Jika anda mengalami salah satu PMS di atas sebaiknya anda segera ke dokter, agar proses penyembuhan dapat berlangsung cepat dan sebaiknya bawa serta pasangan anda untuk melakukan pemeriksaan. Demikianlah artikel pengertian penyakit menular seksual semoga bermanfaat.

Nikmati layanan Konsultasi Medis Online Di Bawah ini.

Save

Save
Klik chat

Save