counter

ejakulasi dini pada wanita

Ejakulasi dini bukan hanya bisa terjadi pada pria, namun adapula ejakulasi dini pada wanita. Pada wanita, ejakulasi dini bukanlah suatu gangguan seksual atau malah disebabkan karena adanya penyakit tertentu seperti yang terjadi pada ejakulasi dini yang dialami pria. Untuk lebih memahami kondisi ini, berikut penjelasan mengenai ejakulasi dini pada wanita.

Di saat area sensitif pada alat kelamin tersentuh ketika terjadi penetrasi, maka organ lain yang berkaitan dengan terjadinya ejakulasi juga akan mengalami kontraksi. Hal tersebut akan menyebabkan wanita mengalami klimaks atau orgasme atau sama dengan ejakulasi pada pria. Saat wanita ejakulasi, maka ditandai dengan keluar cairan yang berasal dari vagina, kondisi ini disebut dengan squirting. Sama seperti pria yang juga akan mengeluarkan cairan dari ujung penisnya ketika mengalami ejakulasi.

Cairan yang keluar saat wanita ejakulasi mirip dengan cairan keputihan yang bertekstur kental dan berwarna putih susu. Namun kemunculannya mungkin tidak terlihat pada setiap wanita, karena cairan yang keluar cenderung sedikit. Adapula wanita yang mengeluarkan cairan dalam jumlah banyak sehingga terlihat seperti buang air kecil, walaupun cairan tersebut bukan lah urine.

Bila pada pria, area sensitif alat kelaminnya berada di kepala penis, sedangkan wanita memiliki area G-spot. Area yang berada pada bagian dinding atas vagina, atau berada di tengah antara lubang vagina dan juga leher rahim ini merupakan bagian sensitif wanita selain klitoris. G-spot ini akan terasa kasar atau kesat bila diraba.

Waktu pasti wanita ejakulasi sebenarnya tidak pasti. Karena waktu yang digunakan tiap wanita dalam orgasme pasti akan berbeda, namun rata-rata klimaks terjadi sekitar 20 menit. Bahkan di beberapa kasus adapula wanita yang mengalami orgasme setelah 30 detik penetrasi terjadi, karena berada dalam keadaan yang sangat terangsang.

Klik chat

Ejakulasi Dini Pada Wanita

Wanita dikatakan ejakulasi dini bila sudah mengalami orgasme dalam hitungan detik setelah penetrasi terjadi. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan penelitian menyebutkan sekitar 40 persen wanita mengalami kondisi ini, dan 3 persen di antaranya mengatakan bahwa kondisi ejakulasi dini ini sangat mengganggu kehidupan seksual mereka.

Penyebab ejakulasi dini yang dialami wanita bukan suatu hal yang harus dikhawatirkan seperti yang terjadi pada pria. Hal ini bisa terjadi bila wanita merasa sangat bergairah, sangat puas ataupun sudah lama tidak berhubungan seksual. Beberapa di antaranya juga memiliki saraf klitoris atau vagina yang sangat sensitif, sehingga orgasme cepat terjadi atau mengalami ejakulasi dini.

Cara Mencegah Ejakulasi Dini Pada Wanita

Walaupun bukan gangguan seksual yang serius, namun seringkali menimbulkan ketidaknyamanan karena mengganggu kegiatan seksual yang dilakukan bersama pasangan. Untuk mencegah agar ejakulasi dini tidak terjadi, maka Anda harus meminta pasangan untuk tidak terlalu memberikan stimulasi atau rangsangan seksual yang dapat membuat Anda terlalu bergairah dan akhirnya mengalami orgasme yang terlalu cepat. Bila sudah hampir mengalami orgasme, segera turunkan ritme seks Anda.

Bila cara sederhana di atas juga tidak bisa membantu mengatasi permasalahan yang Anda alami, sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter. Tak perlu malu ataupun ragu untuk memeriksakan kondisi yang Anda alami ini.

Bila diperlukan, Anda bisa berkonsultasi melalui layanan chatting online Klinik Utama Gracia mengenai solusi dari permasalahan yang Anda rasakan. Atau periksakan keluhan Anda pada dokter Klinik Utama Gracia dengan langsung mendatangi klinik kami. Semoga bermanfaat.
Klik chat