counter

pengobatan ejakulasi dini dan terapi ejakulasi diniPilihan pengobatan ejakulasi dini termasuk tehnik perilaku, anestesi topical, obat-obatan dan konselin, perlu diingat butuh sedikit waktu untuk menentukan kombinasi perawatan yang cocok untuk penderita ejakulasi dini.

Berikut penjelasan pilihan pengobatan pada penderita ejakulasi dini:

Jenis Pengobatan Ejakulasi Dini

Tehnik Perilaku

pengobatan ejakulasi dini dan terapi ejakulasi dini Dalam beberapa kasus, terapi ejakulasi dini mungkin melibatkan langkah-langkah sederhana, seperti masturbasi satu atau dua jam sebelum melakukan hubungan badan dengan pasangan, tehnik seperti ini bisa menunda ejakulasi saat berhungan seks. Hindari hubungan seksual yang semata-mata untuk jangka waktu, dan fokus pada hal lain dari berhubungan seksual sehingga menghapus tekanan pada pasangan.

Tehnik Jedah (Squeeze)

Penjelasan Pengobatan Ejakulasi Dini dengan tehnik jeda adalah sebagai berikut:

Mulailah aktivitas seksual seperti biasa, termasuk rangsangan dari penis, sampai merasakan ingin ejakulasi, instruksikanlah pasangan seksual untuk meremas ujung penis pada titik antara kepala dan poros penis (batang penis), remaslah hingga beberapa detik sampai rasa ingin ejakulasi hilang.

Setelah rasa ingin ejakulasi hilang, tunggu sekitar 30 detik, kemudian kembalilah foreplay. Walaupun setelah meremas penis menyebabkan kurangnya ereksi, tetapi pada saat rangsangan seksual dilanjutkan, maka akan kembali ereksi penuh. Jika merasakan ingin ejakulasi lagi maka ulangilah proses meremas kepala penis.

Ulangilah sebanyak yang diperlukan, penderita ejakulasi dini akan mencapai titik penetrasi pada pasangan seksual tanpa ejakulasi, setelah beberapa kali latihan dengan tehnik meremas maka akan ada perkembangan sehingga dapat menunda ejakulasi dan tidak memerlukan tehnik ini lagi.

Anestesi Topikal

Pengobatan Ejakulasi dini dengan menggunakan Krim anestesi dan semprotan yang mengandung agen mati rasa, seperti lidokain atau prilocaine, terkadang digunakan untuk mengobati ejakulasi dini. Produk-produk ini diterapkan pada penis sesaat sebelum melakukan hubungan seksual untuk mengurangi sensasi seksual sehingga dapat menunda ejakulasi.

Meskipun anestesi topical efektif, tetap memiliki efek samping. Sebagai contoh, beberapa orang melaporkan setelah menggunakan anestesi topical, mereka merasakan berkurangnya sensitifitas dan penurunan kenikmatan seksual. Dan dalam beberapa kasus, pasangan juga merasakan hal yang sama. Dan ada juga yang dapat merasakan reaksi alergi pada bagian penis.

Klik chat

Minum Obat-obatan

pengobatan ejakulasi dini dan terapi ejakulasi dini Banyak obat-obatan  yang dapat menunda ejakulasi. Meskipun tidak ada obat yang secara khusus di setujui oleh Food and Drug Administration untuk mengobati ejakulasi dini, tetapi ada obat lain yang dipergunakan untuk tujuan menunda ejakulasi termasuk antidepresan, analgesik dan phosphodiesterase-5 inhibitor. Obat-obatan ini baik digunakan untuk sehari-hari.

Antidepresan. Efek samping dari antidepresan tertentu dapat menunda ejakulasi.  Contoh antidepresan seperti, selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), seperti serttaline (Zoloft), paroxetine (paxil) atau fluoxetine (Prozac, sarafem) obat-obatan ini semua dapat membantu menunda ejakulasi.

Tetapi jika SSRI tidak meningkatkan waktu ejakulasi, maka dokter akan memberikan saran untuk meminum obat clomipramine antidepresan trisiklik (anafranil). Efek samping dari antidepresan adalah mual, mulut kering, mengantuk dan menurunkan libido.

Analgesic. Tramadol (ultam) adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati nyeri. Ini juga memiliki efek samping yang menunda ejakulasi. Ini mungkin akan di rekomendasikan jika SSRI tidak efektif. Efek samping uang tidak diinginkan mungkin termasuk mual, sakit kepala dan pusing.

Phosphodiesterase-5 inhibitor. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi, seperti sildenafil (Viagra,revatio), tadalafil (Cialis,adcirca) atau vardenafil (Levitra, staxyn), juga dapat membantu ejakulasi dini. Efek samping yang tidak diinginkan mungkin termasuk sakit kepala, kemerahan pada wajah, perubahan visual sementara dan hidung tersumbat.

Konseling

Pendekatan ini juga dikenal sebagai terapi bicara, melibatkan penyedia kesehatan mental tentang hubungan penderitan  ejakulasi dan pengalaman penderita ejakulasi. Sesi konseling bisa mengurangi kecemasan kinerja dan menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasi stress. Konseling lebih efektif jika dikombinasikan dengan terapi obat.

Pengobatan alternative lainnya adalah dengan terapi perilaku (yoga) dan perawatan Bedah.

Jika anda ingin mengetahui Informasi lebih lengkap sebaiknya anda pergi kedokter untuk memeriksakan diri anda, atau anda juga dapat berkunjung Klinik Utama Gracia karena di klinik kami terdapat dokter yang professional dan di dukung peralatan medis yang modern, atau bisa juga anda menghubungi konsultan kesehatan kami dengan klik tombol dibawah ini.

Klik chat

Save

Save

Save

Save

Save

Save